PENGALAMAN TILANG (MOTOR)

Huh…. Kesel banget rasanya kalo dah inget pengalaman ini. Yah …. siapa yang gak kesel ditilang dengan kesalahan ga ada SIM polisi minta uang titipan denda dengan harga yang ga wajar, Rp. 250.000, bahkan ada temen yang dimnta Rp. 2.000.000 karena dia gak bawa apa-apa (KTP, STNK, SIM) sama sekali, gila kan ???????

Sudah dua kali pengalaman ini kami alami. Pada keduanya polisi yang nilang minta minta duit dengan nominal yang gak wajar tilang pertama Rp. 125.000 dan tilang kedua Rp. 250.000. Tilang pertama akhirnya dengan terpaksa dan berat hati kami keluarin duit Rp. 125.000 dihari yang berbeda. Pada saat ditilang kami ga kasih karena kami memang gak rela kasih duit segitu gede dan STNK pun disita. Karena urusannya pengnen cepet kelar jadi terpaksa beberapa 2 hari kemudian kami tebus STNK dengan duit Rp. 125.000.

Lalu, kami tanya sama paman google Tips kalo kita ditilang, kami banyak menemukan referensi tentang itu. Dan ahhhh… kesel…….. dari internet kami menemukan sebuah web yang menampilkan daftar tilang dan ternyata harga denda untuk tilang SIM C cuma Rp. 30.000 (Daftar harga tilang terbaru tahun 2005).

Kata paman google nih kalo ditilang kita mesti tenang n gak usah takut, n kita harus melakukan beberapa tips, yaitu :

1. Tanyakan siapa nama, pangkat dan satuan si penilang

2. Jangan mau nitipin uang denda sama si penilang (pasti masuk kantong pribadi, karena kalo kita kasih duit sama mereka, mereka ga bakal bikin surat tilang sebgai bukti kita sudah ngasih titipan). Kalo kita mengakui kesalahan mintalah slip biru sebagai tanda kita minta bayar dendanya melalui transfer di BRI terdekat, lalu bawa bukti transfer untuk mengambil barang yang disita di Polsek terdekat.

3. Kalo kita gak terima atas kesalahan yang dituduhkan minta slip merah untuk ikut sidang. Jangan takut dengan sidang karena sidang pengadilan tak akan sekejam sidang jalanan dan dendanya masuk Kas Negara.

4. Mintalah transparansi dari penilang untuk memperlihatkan daftar harga tilang yang sebenarnya sudah ada ketentuannya (Daftar Harga tilang terakhir yang berlaku adalah tahun 2005).

Namun, pada kenyataanya di jalan kita sulit untuk melakukan semua hal itu. Terbukti dengan pengalaman kedua ditilang, yang terjadi adalah :

1. Kami diminta denda Rp. 250.000, ketika kami menanyakan Daftar Harga Tilangnya penilang menjawab gak punya sambil marah-marah menyebut kami “SOK PINTER”.

2. Kami minta slip biru, penilang membuatnya denga tidak jelas tanpa ada harga tilang yang harus kami transfer, ketika kami menanyakan berapa yang harus kami transfer jawabannya “Nanti di Bank dikasih tahu..” padahal seharusnya mereka yang menuliskannya berdasarkan ketentuan yang berlaku.

3. Kami menanyakan siapa nama dan jabatan penilang, menjawab dengan menunjukan nada yang semakin marah.

4. Kami ditakut-takuti jika mengikuti sidang.

5. Akhirnya kami minta slip untuk ikut sidang, surat tilang ditulis dengan tulisan “cakar ayam” sehingga sulit untuk dibaca terutama dibagian nama dan pangkat penilang udah ga jelas ditimpa pula dengan tanda tangan yang uhhh…… Tanggal sidangnya ????? wew 3 minggu dari tanggal tilang….

6. Dan segera mengusir kami.

Dari kejadian itu sungguh petugas kita

1. Tak ada niat sama sekali untuk menerapkan peraturan. Jalan adalah tempat yang lumayan buat ngecer.

2. Masyarakat dibodohi dan diperas

3. Mereka selalu mengarahkan supaya kita bayar sama mereka.

Jadi ill fill ngeliat mereka… Bennnnnci aku..

Temen-temen punya pengalaman pahit serupa ???

3 Komentar

  1. mimi berkata,

    Juli 13, 2008 pada 2:59 pm

    punya sih tapi gak sepahit itu………. dasar pak polisi satlantas….gw jg benci bgt tuh ama polisi satlantas.gw sih kasian aja ama anak2nya n istri nya klo sampe mkn duit haram gitu.ih amit2 deh………………mudah2n kita dijauhkan makan duit haram,

  2. Hans berkata,

    Juli 27, 2008 pada 9:58 am

    pernah kayak gtuh mirip.. ama polisi thamrin yang suka ngiter2 naeq motornyari mangsa.. polisinya ga maw ngasi nama pangkat jabatan, yang gw inget tuh polisi brengsek punya plat motor 9484 VIII

  3. Aa berkata,

    Agustus 4, 2008 pada 4:05 pm

    Terima kasih Hans udah mampir, gimana ceritanya bisa mampir (soalna blog ini baru kami buat). Sepertinya pengalaman ditilang hampir mirip dengan pengalaman kita (maaf) kebelet ee sewaktu kita kecil, hampir semua org punya motor pernah mengalaminya nasibnya pun hamir sama. Jarang sekali anak yg kebelet sempet selamet sampe di toilet duluan.

    Saking dendemnya saya sampe nulis di Surat Pembaca Detik.com. Sayang nya ga lulus sensor mungkin karena kejadian kek gitu dianggap sudah biasa ga usah diperpanjang.

    Padahal kalo masalah kek gini diangkat saya yakin akan terjadi sebuah perbaikan. seperti halnya pembuatan SIM yg dulunya banyak sekali skandal dan penyelewangan, sekarang Sistem nya sudah diperbaiki.


Tulis sebuah Komentar